GAGAK HITAM

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Rabu, 04 Maret 2026

KAI Dukung Program Wali Kota Padang dalam Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset Transportasi

SUMBAR | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima audiensi Walikota Padang, Fadly Amran, di ruang Buya Hamka, Kantor KAI Divre II Sumbar, Rabu (4/3). Pertemuan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara KAI dan Pemerintah Kota Padang dalam mendukung pembangunan daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Audiensi tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT KAI (Persero), Rafli Yandra, Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI, Dadan Rudiansyah, Sekretaris Perusahaan PT KAI, Wisnu Pramudyo, Kepala KAI Divre II Sumbar Muh. Tri Setyawan, dan Walikota Padang Fadli Amran, serta jajaran Pemerintah Kota Padang.

Dalam pertemuan tersebut, KAI berkomitmen untuk mendukung program strategis Walikota Padang, khususnya dalam penataan kawasan Kota Tua, pemanfaatan aset untuk kepentingan masyarakat, serta penguatan sistem transportasi yang aman dan andal.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menegaskan bahwa perusahaan siap bersinergi dalam program beautifikasi kawasan Kota Tua Padang guna memperkuat identitas kota sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. KAI juga membuka ruang koordinasi terkait pemanfaatan lahan perusahaan untuk mendukung kebutuhan sosial masyarakat, termasuk rencana pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana, dengan tetap mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Selain itu, KAI mendukung optimalisasi aset dan peningkatan utilitas jalur kereta api, termasuk penguatan layanan KA Bandara sebagai bagian dari integrasi transportasi di Kota Padang. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kota.

Dalam kesempatan yang lain, Kepala Humas KAI, Reza Shahab menyampaikan bahwa dalam hal ini, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam sinergi ini. KAI bersama Pemerintah Kota Padang berupaya memperkuat koordinasi peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang melalui pembentukan tim teknis yang akan merumuskan langkah konkret dan terukur.

KAI Divre II Sumbar memandang kolaborasi ini sebagai wujud dukungan nyata terhadap visi pembangunan Kota Padang yang modern, tertata, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. 

“Kami siap terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan transportasi yang selamat, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Reza.

Sabtu, 28 Februari 2026

Reza Shahab Tegaskan Peran Sosial KAI Divre II Sumbar dalam Pembangunan Masjid di Pasaman

Pasaman | Momentum bulan suci Ramadhan kembali dimaknai sebagai ruang berbagi dan mempererat kepedulian sosial oleh PT Kereta Api Indonesia melalui KAI Divre II Sumatera Barat. Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Kepala Humas Divre II Sumbar, Reza Shahab, saat perusahaan menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bagi pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Pasaman.

Bantuan senilai Rp250 juta tersebut diberikan untuk mendukung pembangunan Masjid Al Mursydin yang berlokasi di Cubadak Timur. Penyerahan dilakukan pada Kamis 26 Februari 2026 di Kantor Bupati Pasaman dalam suasana Ramadhan yang penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

Program ini merupakan bagian dari TJSL KAI melalui skema Bina Lingkungan KAI Sar’i yang berfokus pada penguatan fasilitas sosial keagamaan. Bagi KAI Divre II Sumbar, kehadiran perusahaan tidak hanya sebatas pelayanan transportasi, tetapi juga membawa misi sosial yang berkelanjutan di wilayah operasionalnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Vice President TJSL KAI Sulardi Wiyatman, Manager Keuangan dan SDM Divre II Sumbar Aries Tri Mulyo beserta tim TJSL. Hadir pula Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian, Camat Cubadak Timur Yelvi, serta jajaran pengurus Masjid Al Mursydin yang menyambut langsung penyerahan bantuan.

Dalam sambutannya, Sulardi Wiyatman menegaskan bahwa Ramadhan menjadi momentum penguat nilai kepedulian dan kebersamaan. Ia menyebut bantuan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan KAI Divre II Sumbar. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan KAI terus terjalin demi mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasaman.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada pengurus masjid sebagai tanda dimulainya dukungan konkret perusahaan terhadap percepatan pembangunan sarana ibadah tersebut. Bantuan ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas yang lebih representatif dan nyaman bagi jamaah.

Melalui dukungan ini, pembangunan Masjid Al Mursydin diharapkan segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan optimal selama Ramadhan. Berbagai kegiatan seperti shalat tarawih, tadarus Al Quran, hingga aktivitas sosial keagamaan akan semakin semarak dengan fasilitas yang memadai.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menegaskan bahwa program TJSL merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, setiap bantuan yang disalurkan harus tepat sasaran dan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Ramadhan menjadi momentum refleksi dan peningkatan kepedulian. KAI Divre II Sumbar secara konsisten mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap pelaksanaan program TJSL,” ujar Reza Shahab.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara KAI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program sosial yang inklusif. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai inisiatif sosial diyakini mampu mendorong pembangunan sosial dan ekonomi di Sumatera Barat.

Komitmen tersebut ditegaskan kembali bahwa KAI Divre II Sumatera Barat akan terus menjalankan program TJSL secara berkelanjutan sebagai wujud kehadiran perusahaan di tengah masyarakat, sekaligus menghadirkan nilai keberkahan dan ibadah melalui kontribusi nyata di bulan suci Ramadhan.


Catatan Redaksi: Program TJSL KAI Divre II Sumbar menjadi bagian dari penguatan peran BUMN dalam mendukung pembangunan sosial keagamaan di daerah, sekaligus mempertegas sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

TIM

Universitas Metamedia Dukung Polda Sumbar Jaga Toleransi dan Kerukunan

PADANG | Rektor Universitas Metamedia, Yossyafra, ST., M.Eng. Sc., Ph.D menyatakan menolak paham radikalisme, intoleransi dan terorisme, yang berpotensi mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Kami mendukung Polda Sumbar untuk menjaga toleransi dan kerukunan , demi mencegah radikalisme dan intoleransi di lingkungan akademik,” ungkap Yossyafra usai pertemuan silaturahmi dengan perwakilan Polda Sumbar.

Yossyafra menambahkan, paham radikal tidak hanya berpotensi menyusup kepada mahasiswa, tetapi juga para dosen. Pasalnya, berdasarkan  hasil investigasi ada juga dosen dan guru yang terpapar paham radikal. 

“Jangan sampai mahasiswa terpengaruh paham radikal dan intoleransi. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan negara ini, kampus harus bebas dari paham radikalisme dan intoleransi,” tegas Yossyafra.

Menurut Yossyafra, radikalisme merupakan bentuk paham atau ideologi yang bertentangan dengan pancasila, salah satu cirinya adalah sering menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan kelompoknya.

“Kami dari pihak kampus akan terus mengawal kegiatan para mahasiswa-mahasiswi Metamedia di lingkungan kampus, agar seluruh aktivitas dan kegiatan mahasiswa-mahasiswi kami jauh dari paham radikal, intoleransi dan terorisme. Kita harus terus bersatu untuk melawan paham-paham tersebut”, tegasnya.

Untuk itu, Yossyafra, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyaring informasi di era digital agar tidak terjebak pada paham yang menyesatkan.

“Saya mengajak mahasiswa untuk menanamkan nilai moderasi beragama serta mengedepankan persatuan bangsa di tengah keberagaman. Saya berharap mahasiswa lebih bijak dalam bermedia sosial serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,” pungkasnya.

Jumat, 27 Februari 2026

AKP Surya Wahyudi Kawal Penyidikan Hingga Hak Korban Pulih

Tanah Datar | Suasana haru menyelimuti Jorong Malana Ponco, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, ketika satu unit Toyota Avanza hitam akhirnya kembali ke tangan pemiliknya setelah sempat dinyatakan hilang berbulan bulan. Di balik kembalinya kendaraan tersebut, berdiri peran tegas dan responsif Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi, yang memimpin langsung proses pengungkapan kasus ini.

Kasus ini bermula pada 21 Desember 2025, saat seorang pria berinisial R menyewa mobil milik korban dengan alasan untuk kebutuhan proyek. Awalnya hubungan sewa menyewa berjalan normal dan tanpa kecurigaan. Namun sejak hari itu, mobil tak pernah kembali, dan komunikasi dengan penyewa terputus.

Kehilangan tersebut bukan hanya soal kendaraan, tetapi juga menyangkut mata pencaharian dan rasa aman keluarga korban. Laporan pun dilayangkan ke Satreskrim Polres Tanah Datar. Tim Opsnal bergerak cepat menelusuri jejak kendaraan, mengumpulkan keterangan, serta melacak kemungkinan lokasi persembunyian mobil.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah serangkaian penyelidikan, kendaraan ditemukan di wilayah Payakumbuh. Penemuan ini menjadi titik terang yang telah lama dinantikan keluarga korban.

Proses penyerahan kendaraan dilakukan secara langsung oleh AKP Surya Wahyudi kepada pemilik sah, Adira Devi Anisa. Momen itu turut disaksikan Kepala Jorong Malana Ponco Devi Yanti serta perwakilan keluarga, Masril. Kehadiran aparat dan perangkat nagari menambah nuansa resmi sekaligus emosional dalam prosesi tersebut.

Meski kendaraan telah kembali, status hukumnya tetap sebagai barang bukti yang masih dalam proses penyidikan. Satreskrim memastikan seluruh prosedur hukum berjalan sesuai ketentuan tanpa mengabaikan hak korban.

Dalam keterangannya, AKP Surya Wahyudi menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tidak hanya diukur dari tertangkapnya pelaku, tetapi juga dari sejauh mana hak korban dapat dipulihkan. Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi penegakan hukum yang lebih berorientasi pada keadilan substantif.

Satreskrim juga menggandeng instansi terkait guna memastikan korban mendapatkan pendampingan yang layak. Fokus tidak hanya pada aspek pidana, melainkan juga pada pemulihan kerugian materiil dan perlindungan psikologis agar dampak kejadian tidak berlarut larut.

Sementara itu, terduga pelaku berinisial R kini telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang. Aparat terus melakukan pengejaran intensif dan mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melapor.

Di akhir pernyataannya, AKP Surya Wahyudi membuka kemungkinan penerapan keadilan restoratif apabila syarat dan ketentuan terpenuhi di kemudian hari. Namun ia menegaskan, proses hukum tetap berjalan dan pelaku diharapkan bersikap kooperatif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kembalinya Toyota Avanza tersebut menjadi simbol bahwa kerja keras aparat dan komitmen pada pemulihan hak korban mampu menghadirkan kembali rasa keadilan di tengah masyarakat Tanah Datar. 

TIM

Kamis, 26 Februari 2026

Tokoh Akademisi Sekaligus Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.si., Mendukung Program Pemerintah dan Apresiasi Kinerja Polri

BUKITTINGGI | Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi mendukung penuh Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Tokoh akademisi sekaligus Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Prof DR Silfia Hanani, MSi, Kamis (26/2). Menurutnya, komitmen  mendukung program MBG dibuktikan dengan akan didirikannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus.

“Program MBG ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan MBG adalah melahirkan generasi yang siap belajar, siap bekerja, dan siap memikul tanggung jawab. Pada titik ini, makanan bergizi dipandang bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih tangguh menghadapi tantangan zaman,” kata Prof Silfia.

Menurut Silfia, motivasi UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi yang akan membentuk SPPG adalah untuk mensukseskan serta mendukung program pemerintah untuk penyiapan makan bergizi. Nantinya, prinsip pelaksanaan SPPG menekankan aspek pemberdayaan masyarakat, karena turut melibatkan warga sekitar SPPG.

“Untuk memastikan keamanan pangan dan manajemen gizi, ahli gizi turut dilibatkan sebagai tim pelaksana. Prosedur ketat diterapkan agar menu yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan,” tegas dia.

Selain mendukung program MBG, Silfia juga menyatakan apresiasinya terhadap kinerja Polri yang semakin profesional dalam menjaga stabilitas dan keamanan. Hadirnya Polri di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan rasa aman dan nyaman.

“Polri yang memiliki peran sentral di masyarakat. Selalu bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Polri tidak ada liburnya. Kami sangat mengapresiasi pengabdian seluruh anggota Polri demi mewujudkan situasi kamtibmas".

Jumat, 20 Februari 2026

Reza Shahab: Jalur Kereta Api Bukan Ruang Publik, Keselamatan Adalah Prioritas Utama

SUMBAR | Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa. Imbauan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, sebagai langkah antisipatif demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.

Fenomena masyarakat yang berkumpul, duduk santai, bahkan bermain di sekitar rel saat menjelang berbuka maupun sahur masih kerap ditemukan setiap tahunnya. Padahal, jalur kereta api merupakan zona terbatas yang secara hukum dan teknis diperuntukkan khusus bagi operasional perkeretaapian.

Reza Shahab menegaskan bahwa rel kereta api bukanlah ruang publik yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas sosial. Risiko kecelakaan sangat tinggi, terlebih perjalanan kereta tidak selalu dapat dihentikan secara mendadak karena keterbatasan sistem pengereman.

“Setiap Ramadhan masih kami temukan warga yang beraktivitas di sekitar rel. Kami mengingatkan bahwa jalur kereta api bukan ruang publik. Risiko kecelakaan sangat besar dan dapat membahayakan keselamatan jiwa,” ujar Reza.

Larangan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) ditegaskan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api serta melakukan tindakan menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, maupun menggunakan jalur rel untuk kepentingan selain angkutan kereta api.

Sanksi atas pelanggaran aturan ini tidak main-main. Dalam Pasal 199 UU Nomor 23 Tahun 2007 disebutkan bahwa pelanggar dapat dikenakan pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp15.000.000. Ketentuan ini menjadi bukti bahwa keselamatan perkeretaapian merupakan hal serius yang dilindungi undang-undang.

Sebagai langkah preventif, KAI Divre II Sumbar secara konsisten menggelar sosialisasi keselamatan ke sekolah-sekolah, komunitas, serta masyarakat yang bermukim di sekitar jalur rel. Edukasi dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Pengamanan fisik juga diperkuat melalui peningkatan patroli rutin dan penempatan personel keamanan di titik-titik rawan. KAI turut berkoordinasi dengan aparat setempat guna menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan di sepanjang wilayah operasional.

Memasuki periode Angkutan Lebaran 2026, pengawasan semakin diintensifkan melalui safety talk, inspeksi rutin, serta pengecekan langsung ke lapangan. Perhatian khusus diberikan pada perlintasan sebidang tidak terjaga dengan volume lalu lintas tinggi serta Daerah Perhatian Khusus (DAPSUS) yang memiliki potensi risiko gangguan keamanan.

KAI juga kembali mengingatkan pengguna jalan untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang dan tidak menerobos palang pintu. “Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dukungan dan kesadaran bersama sangat kami harapkan,” tutup Reza Shahab.

Dengan berbagai langkah pengamanan dan edukasi tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap tercipta lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan nyaman selama Ramadhan hingga Angkutan Lebaran 2026. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional perjalanan kereta api.


Catatan Redaksi:

Keselamatan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan, kesadaran masyarakat, serta sinergi antara operator dan aparat penegak hukum menjadi kunci terciptanya sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

TIM RMO

Kamis, 19 Februari 2026

Di KM 79+200–79+325 Panyalaian, KAI Buka Ruang Sinergi Demi Keselamatan Transportasi

SUMBAR | Komitmen terhadap keselamatan publik kembali ditegaskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat. Dalam upaya mendukung peningkatan keselamatan transportasi dan mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas di Sumbar, KAI menyatakan dukungan atas rencana pembangunan jalur penyelamat (escape ramp) di kawasan Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar.

Rencana pembangunan jalur penyelamat tersebut akan memanfaatkan lahan milik KAI yang berada di KM 79+200 sampai dengan KM 79+325, tepatnya di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan akibat kontur jalan yang menurun dan padat kendaraan, khususnya angkutan berat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata sinergi BUMN dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan terintegrasi.

“Prinsipnya KAI mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan publik, sepanjang tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Reza Shahab saat mendampingi kegiatan tinjauan lokasi, Kamis (19/2).

Tinjauan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, COO Danantara Dony Oskaria, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Rafli Yandra, Direktur Perencanaan Strategi dan Manajemen Risiko Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat, serta Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani bersama stakeholder lainnya.

Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut memperlihatkan keseriusan lintas sektor dalam menekan angka kecelakaan di jalur Padang Panjang–Bukittinggi yang selama ini kerap menjadi perhatian publik. Jalur penyelamat diharapkan mampu menjadi solusi konkret ketika kendaraan mengalami kegagalan fungsi pengereman.

Reza menambahkan, KAI tidak hanya berfokus pada keselamatan operasional perkeretaapian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar aset perusahaan. Dukungan terhadap pembangunan escape ramp ini menjadi bagian dari komitmen tersebut.

“Rencana pembangunan jalur penyelamat ini merupakan langkah positif dalam meminimalisir risiko kecelakaan. KAI siap berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait agar prosesnya berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Saat ini, mekanisme pemanfaatan lahan milik KAI masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi lintas instansi. Proses tersebut meliputi kajian teknis, analisis keselamatan operasional kereta api, serta pemenuhan aspek administrasi sesuai regulasi yang berlaku di lingkungan perusahaan.

KAI memastikan bahwa setiap bentuk pemanfaatan aset perusahaan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Langkah ini penting untuk menjaga integritas perusahaan sekaligus memastikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dengan dukungan terhadap pembangunan jalur penyelamat ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergi antarinstansi terus terjalin kuat. Keselamatan transportasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama demi melindungi nyawa dan keselamatan pengguna jalan.

“Melalui dukungan ini, kami berharap upaya peningkatan keselamatan transportasi di Sumatera Barat dapat terealisasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutup Reza Shahab penuh optimisme.


Catatan Redaksi:

Keselamatan transportasi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi